Tenggelam di Selayar, Kapal Cahaya Putri diduga berlayar tanpa izin

Tenggelam di Selayar, Kapal Cahaya Putri diduga berlayar tanpa izin,- Kapal Cahaya Putri yang berlayar dari Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tujuan Kabupaten Jeneponto, Sulsel dan tenggelam di perairan Kabupaten Selayar, antara Pulau Jampea dan Pulau Lambego, Kecamatan Pasimarannu, Sabtu (19/11). Kapal itu diduga mengangkut ternak sapi, kuda secara ilegal.

Kapolres Selayar, AKBP Edi Suryantha Tarigan mengatakan, terungkap dari berdasarkan keterangan korban selamat dari kapal tenggelam itu, mereka tidak mengantongi Surat Izin Berlayar dari Syahbandar setempat.

“Kita menduga kalau kapal ini mengangkut hewan-hewan itu secara ilegal karena setelah ditanya ternyata mereka memang tidak mengantongi Surat Izin Berlayar dari pihak Syahbandar di Bima sana,” kata AKBP Edi Suryantha Tarigan, Kamis (24/11).

Pelayaran serta pengiriman hewan ilegal, kata Kapolres Selayar, dapat dipastikan mengingat waktu tempuh dari Bima menuju Jeneponto biasanya satu hari satu malam, tapi kapal-kapal yang tenggelam sudah berada dekat Jeneponto, tepatnya di perairan Selayar sekitar pukul 12.00 Wita. Dengan demikian, kapal ini diperkirakan berangkat malam hari tanpa sepengetahuan Syahbandar.

Soal penyebab kapal itu tenggelam, kata Edi, dipastikan karena ada kerusakan kapal membuatnya bocor dan karam.

Berdasarkan keterangan Ramli (51) juragan kapal, satu dari enam penumpang dan awak kapal yang selamat, mengatakan kapalnya mengangkut 140 sapi dan kuda dari Bima yang sengaja diantarpulaukan. Diketahui daerah Jeneponto juga sentra dua hewan ternak itu. Sapi berada di lantai 2 kapal sementara kuda-kuda di lantai 1.

“Kuda-kuda di lantai 1 itu mengamuk, akibatnya lambung kapal bocor sehingga kapal tenggelam,” tutur Edi.

Dari kejadian nahas ini, hewan-hewan ternak yang jauh-jauh dilayarkan tenggelam. Adapun 10 orang awak kapal dan penumpang, enam orang di antaranya selamat dan empat lainnya dinyatakan hilang.

Edi memastikan, dua dari empat orang itu dipastikan meninggal dunia karena keterangan dari korban-korban yang selamat dua orang itu dimangsa ikan barakuda. Adapun sisanya dua orang ini masih dicari.

“Sabtu lusa cukup tujuh hari proses pencarian. Akan dilakukan evaluasi untuk menyimpulkan kelanjutan dari proses pencarian itu,” jelas AKBP Edi Suryantha Tarigan.

Posted by : Obat Kista Bartholin

Be the first to comment on "Tenggelam di Selayar, Kapal Cahaya Putri diduga berlayar tanpa izin"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*